Selasa, 06 Juni 2017

Si Alit

Sejak kecil dia terbiasa dijuluki si Alit, bukan karena fisiknya yang kecil. Tetapi karena kepeduliannya terhadap orang-orang yang kurang mampu dilingkungan nya. Jiwa sosialnya cukup tinggi, dia bukan hanya seorang prinsipel atau filusuf.. lebih kepada bagaimana dia berprinsip dn bagaimana dia menerapkan nya didalam kehidupan yang nyata. Tindak tunduk nya memang bak pahlawan, dia berjiwa besar diusia yang masih sangat dini. Masih sangat muda, karakter yang terbentuk didalam dirinya tentu merupakan hasil dari didikan sang ibu. Iya ibu muda yang sederhana, penuh kasih namun memiliki rangkaian cara cerdas dalam membentuk karakter si Alit.

Ketika remaja seusianya dibuat sibuk dengan segala bentuk trend 'kekinian' ia memutuskan memanfaatkan waktu nya untuk belajar serta mengabdikan diri nya menjadi pengajar bagi rekan-rekan sekolahnya, tentu di luar jam sekolah. 
Begitulah sang prinsipel memerankan prinsipnya didalam kehidupan nyata. Dia tidak populer bahkan tidak banyak yang memahami jalan pikirnya. Seringkali dia dicemooh dan didebat, karena pemikiran-pemikirannya. Tetapi mentalnya sangat kokoh. Ia tidak memusingkan ketidak sukaan sebagian golongan terhadapnya, dia cukup cuek dan tahu cara memanfaatkan energi yang dimilikinya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar